Info Reggae Indonesia: Index Artis

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Roots Bands - Rock Reggae Revolutions

 
ROOTS adalah proyek band solo yg di bentuk oleh Bayu Setiawan (Bayu Roots) pada pertengahan 2009 sebagai vokalis dan gitaris, setelah keluar dari group Gangstarasta dan Universoul. Beraliran Reggae-Metal atau Reggae Crossover. Pada saat itu awal terbentuknya bersama Winot Roots ( sampler ) untuk menjalankan band ini. Kemudian bulan Februari 2010, Bayu mulai bekerjasama dengan Conrad (Matahari reggae/ Floreshman) sebagai vokalis, Endang sebagai additional drummer (Titah Band, Baron&Soulmate), Ryo sbg additional bassist (Seni Rupa UNJ). Format tersebut sempat berjalan dengan perdana manggung Roots di event Indonesia Corruption Watch ( ICW ) di Mall Margo City Depok bersama Pas Band, Respito, Baron & Soulmate, Melani Soebono. Bulan Desember 2010 mengisi event dr Transparency International di hari ultah Anti Corruption day yg disebut dgn nama SPEAKFEST. Roots tampil bareng bersama Superman is Dead, Efek Rumah Kaca, Padi, The Upstairs.


Proyek Roots ini sempat tertunda ketika sedang proses rekaman single yg sempat dikerjakan di Flow Studio milik Ade, drummer Kunci band. Conrad mengundurkan diri sementara krn dia ingin meneruskan solo albumnya Conrad Floreshman, Endang membantu proyek solo dgn gitaris Padi,   Ryo melanjutkan pekerjaannya sbg guru seni rupa disalah satu sanggar art. Kembali Bayu dan Winot berdua lg seperti di awal proyek band ini mulai berjalan. Masa kegelapan tanpa arah dan suram mulai menyelimuti perjalanan proyek Roots yg terbengkalai. Dan belum ada satupun kandidat vokalis yg sesuai menggantikan Conrad Floreshman saat itu.

Akhirnya di pertengahan 2011 Bayu mencoba mengajak kawan2 lama lg di komunitas reggae spt drummer Gilang Roots Adriatna ( ex-Uprising, ex-Defitrees, Sandy Sundhoro) utk menjadi additional menjalankan kembali ROOTS. Dalam proses perjalanannya kali ini, baru ada hanya Bayu, Gilang dan Winot latihan, jamming dan kali ini dgn serius membawakan materi lagu Roots. Latihan bareng bertiga di Omahku Studio daerah Slipi Kemanggisan milik band Respito beraliran Grunge. Distudio inilah cikal bakal atau reborn dr Roots kembali terbentuk berikut base camp Roots dan para sahabat2 Roots yg disebut Roots Squad terbentuk. Sahabat lama dr Bayu teman seperjuangan saat di Gangstarasta dan Universoul Kendro Satrio Soehendro bersedia kembali membantu Bayu  memberikan cabikan Bassnya ke musik Roots. Dengan latihan tetap focus ke materi musik Roots sambil jalan menunggu kandidat pengisi vocal bagian style Ragga nya sampai berganti vokalis belum menemukan ada kecocokan, Bayu akhirnya mengajak Ipung Lamadua ( additional Matahari Reggae, vokalis Ngupi Bareng Reggae) untuk mengisi vocal yg kosong di Roots.

Dengan format ROOTS terkini, mulai perdana lg menggebrak panggung pensi2 di SMU spt SMU 89 Cakung Bekasi, SMK 13 Sandang Kemanggisan. Gilang Roots Adriatna yg sudah menjadi personil tetap di Roots mengajak sahabatnya Ucok/Coky ( ex keyboardist Defitrees ) sbg keyboardist Roots. Tampil bersama Roots dgn Ucok di acara tehnik mesin Universitas Bung Karno dan pensi SMP 88 Slipi membuat antusiasme penonton yg aggressive dan terkagum melihat keunikan band ROOTS yg beraliran reggae-metal ini banyak dituntut dan dipertanyakan, kapan single atau albumnya segera keluar ke pasar musik Indonesia.

Kembali Roots masuk ke studio rekaman Adam Studio di kawasan Cijantung, Jakarta Timur proses rekaman sedang berlangsung sampai sekarang. Namun kendala terjadi ditengah jalan dgn Ipung Lamadua mengundurkan dengan alasan ingin focus kepada pekerjaan di percetakan, maka terkatung katung kembalilah proyek rekaman Roots. Tapi yang tidak disangka akhirnya datang juga, kembali Conrad Floresman membantu mengisi baru 2 lagu Roots : Faith dan Movin. Salah satu lagu andalan yang mudah2an akan sebentar lagi siap diluncurkan ke udara Indonesia. Dengan format terakhir ini Kendro, Winot, Gilang, Ucok dan diharapkan Conrad akan gabung bersama Roots menjadi sebuah band yg utuh. Band milik bersama atas dasar persaudaraan dan kekeluargaan.

Sesuai dengan namanya ROOTS. Kembali ke akarnya, kembali ke habitatnya, kembali menjadi diri sendiri itu yg terpenting. Di Roots kami lebih jujur bermain musik tanpa takut akan kehadiran band2 baru atau mengikuti trend musik baru yg diciptakan dan dipasarkan oleh industri musik Indonesia. Tanpa dipungkiri dan mengelak memang kami personil di Roots mulai dikenal dan dipandang dr bermain musik reggae, bahkan mencari sesuap nasi pun kami di reggae. Namun ketika kami memulai awal sekali sebelum musik reggae menjadi trend dan digemari banyak kalangan di negri ini, kami semua berbasis musik Rock dan Metal. Kami suka musik reggae krn pergerakan sosialnya yg positif bukan dari sisi kenikmatan negatifnya semata.

Rasta Melon

KOTA ASAL
Heroes City (SURABAYA)

TANGGAL JADI
November 2006

INTRODUCTIONS

Musik adalah suatu bentuk dari apresiasi dan kreatifitas manusia yang bersifat universal sehingga tidak dapat membatasi musik itu sendiri, musik setidaknya mempuyai konsep yang jelas serta di dalamnya terdapat ide – ide yang inovatif agar musik yang dibawakan tidak bersifat monoton. Melalui profile proposal ini, kami selaku pihak RASTA MELON menawarkan agar para penyelenggara acara atau event organizer serta outlet, café dan tempat – tempat hiburan bersedia mengikut sertakan group kami untuk ikut meramaikan acara serta blantika musik Indonesia. Dalam hal ini, RASTA MELON menawarkan konsep musik REGGAE dari Mancanegara maupun Indonesia. Reggae adalah music tradisional masyarakat Jamaica. Akar dari reggae adalah SKA yang di nyanyikan saat perayaan musim panen, karena orang-orang Jamaica kesulitan untuk  memainkan SKA dengan beat cepat di tengah cuaca panas, maka lahir-lah reggae atau simple-nya adalah SKA yang diperlambat. Raja dari music reggae adalah Hon, sedangkan yang mempopulerkan reggae adalah Robert Nesta Marley atau lebih familiar dengan nama Bob Marley. Kiblat music untuk RASTA MELON pun bukan hanya Bob Marley saja tapi juga dipengaruhi oleh Katchafire, O Yaba, 311, the white reggae “The Police”, UB-40, dan Big Mountain. Musisi reggae local pun tak kalah mempengaruhi music yang kami bawakan seperti Tony Q Rastafara, Alm. Imanez, Steven n Coconuttreez, Richard d’Gilis.

BIOGRAPHY

RASTA MELON berdiri sekitar pertengahan bulan November tahun 2006, dengan beranggotakan 5 orang personil, terdiri dari 4 orang player, 1 orang Vokalis dan di tambah dengan 2 orang additional player. Awalnya merupakan sekumpulan anak – anak muda yang ingin mengapresiasikan diri dengan bermain musik bersama dan berdiskusi tentang reggae dus seiring dengan itu kami pun memutuskan untuk membentuk RASTA MELON. RASTA MELON sering lebih disingkat oleh para brothers dengan RASMEL atau MELON saja. Tahun 2008 adalah tahun dimana kami mengalami masa-masa sulit karena harus berganti-ganti personel khususnya pada posisi guitar lead, pada awal tahun 2009 kami mengalami pergantian personel lagi dimana Hanz bergabung untuk memenuhi formasi RASTA MELON. Awal dari terbentuknya formasi terbaru adalah saat Ydur sang keyboardis nge-jam dengan komunitas music Albar and Friends dimana Hanz tergabung, ketika suatu saat kami kehabisan stok lagu maka lagu-lagu reggae pun menjadi pilihan. Saat itulah Ydur melihat ada karakter reggae yang kuat pada Ipals, yang akhirnya diminta memperkuat formasi MELON. Dengan kombinasi 4 orang pendiri dan personel tetap plus 1 amunisi baru RASMEL menjadi lebih solid dan kembali bergeliat untuk berkarya. Dan setelah sempat rehat beberapa bulan, di akhir 2010, salah satu personel, keluar dari rasta melon karena ingin berkonsentrasi untuk menikah. Akhirnya pada tahun 2011, untuk menambah warna dan karakteristik dari RastaMelon, akhirnya bergabung 3 personel baru diposisi drum, gitar, dan vokal cewek. 3 personel tersebut adalah Jambronk’z diposisi drum,Awe diposisi guitar, Miss  Ava diposisi vokal cewek.
Karakter yang muncul diantara kami adalah ekspresi diri saat menikmati music reggae, terutama saat kami performance di atas panggung. Dimana Ochim dengan dentuman electrik jimbe, Mexs dengan gaya basis tidur melayang, Gopar dengan lonjak patah, Ydur dengan manggut-manggut khas pengajian, Hanz dengan sound gitar ajaibnya,  Awe dengan muka serius yang brusaha menjiwai, Jambrok’z dengan gaya rambut yang rock&roll lalu Miss Ava yang memberi warna baru sebagai satu-satunya personil cewek.
Sekian sedikit biography tentang RASTA MELON, semoga bermanfaat bagi yang memanfaatkan. Addios Amigos…ciao.

Moments

a X Mild Live Tour Kampus 2007 ( Kampus UNTAG ) Surabaya
a Band Undangan Acara Tahun Baru 2007 ( Café Tropis Sidoarjo )
a Band Undangan Acara Tahun Baru 2007 ( Café Delta 5 Sepanjang )
a Band Undangan PEMUDI’S  25th Silver Anniversary ( Club Motor Harley D ) April 2007
a Guest Star  Festival Musik Se – Madura  ( April 2007 )
a Guest Star  LA Light COOL  BREAK  Univ Yudharta Pasuruan ( Mei 2007 )
a Band Regular Delta Café Sepanjang
a Band Regular Balconi Café  GIANT  Sidoarjo
a Band Undangan BROTHERHOOD  2”th  Anniversary ( Bikers Motor Gedhe ) November 2007
a Band Regular My WAY  Karaoke Manyar  Surabaya ( January 2008 )
a Guest Star Reggae Vs Rock N Roll Vs Dj ( Kampus Trunojoyo, Madura. 13 maret 2008 )
a Band Undangan Memperingati  Hari Bumi   SMAN 17  Surabaya  ( 27 April 2008)
a Guest Star SMK  KARTIKA Surabaya ( Mei 2008 )
a Guest Star Acara Wall Climbing Tingkat Nasional  ( Kampus STIE KUCECWARA Malang / ABM  25 mei 2008 )
a Band Undangan A Mild Red Zone Party  at  SUN CITY Sda ( 7 Juni 2008 )
a Guest Star Penutupan PKKMB Kampus UBHARA Surabaya ( 23 Agustus 2008 )
a Guest Star Temu Wicara Kenal Medan Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia Kampus UNTAG Surabaya ( 24 Oktober 2008 )
a Guest Star Kampus Party  Reggae, Rock N’ Roll, R & B  SURYA SLIM  Kampus Ubhara ( 20 November 2008 )
a Guest Star Battle Reggae, Rasta Melon vs Jamaican Wells UFC Café, Ponti, Sidoarjo (21 Maret 2009)
a Band Undangan Albar and Friends Music Community, Delta Sari, Sidoarjo (6 Juni 2009)
a Guest Star U Mild U Bikers, Surabaya (7 Juni 2009)
a Band Reguler Mandarin Resto, Ponti, Sidoarjo (13 Agustus 2009)
a Guest Star 2”th Anniversary Club VOC, Food Court Urip Sumoharjo (U MILD) (25 November 2009)
a Guest Star U Mild Champion KARAMBOL, Food Court Urip Sumoharjo (19 December 2009)
a Band Undangan Acara “DJARUM ADVENTURE RACE 2 “ Tugu PAHLAWAN Surabaya  (9 Mei 2010)
a Guest Star Acara Panjat Tebing Se – Jawa Timur  FPTI  (30 Juni 2010)
a Guest Star Acara Hari Bumi & Lingkungan Hidup Se – Dunia, Kampus Muhammadyah Surabaya
a Band Undangan UMILD AMAZING DAY, Lapangan Parkir Makro (31 Juli 2010)
a Guest Star Acara Penutupan Ospek UBHARA, (07 Agustus 2010)
a Band Undangan UMILD U BIKERS FESTRACK, Lapangan Bandara Juanda Lama (08 Agustus 2010)
a Guest Star DIES NATALIS UKM Mapaus_UBAYA (januari 2011)
a Guest Star DIES NATALIS UKM Musik UBAHARA (maret 2011)
a Guest Star  Diskon Promo Cahaya Store_BG Junction (3 april 2011)
a Guest Star U Mild Bikers_lapangan TVS Achmad Yani (16 April 2011)
a Band Reguler Art Café_rewin (every Thursday, 9 pm – 12pm; start 21 april 2011)
a Band Tamu Pensi SMU Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo (Juni 2011)
a Band Tamu Aandoen Reggae Muziek – UKM Musik UBAYA (Juni 2011)
a Band Tamu Reggae Musik  NOWARS – Taman Remaja Sby (Juni 2011)
a Guest Star Walikota Cup (3 Juli 2011)
a Guest Star Dies Natalis Prapala-Stikosa AWS (10 Juli 2011)
a Band Tamu Reggae Roots – Balai Pemuda Surabaya (10 Juli 2011)
a Band Tamu Wayahe Reggae – Elbow Cafe Surabaya (23 Juli 2011)
a Guest Star U Mild – Lapangan tenis Indoor Sidoarjo (24 Juli 2011)


Base Camp
ART Cafe – Rewwin
Sidoarjo

Contact Persons :
Balung                 : 085655113971 / 03170806705

E-mail

Facebook
Fanpage :
Personal :

Sumber : surabayabising

Cozy Republic: Reggae Tak Harus Gimbal

Membawa musik reggae naik kelas, itu misi band Cozy Republic selama ini. Cozy Bastian (vokal), Penyot (gitar), Indha (keyboard), dan Luthfi (drum), para personel grup tersebut, ingin reggae tak lagi dianggap musik kumuh."Musik kami sangat fleksibel, dari kalangan atas sampai ke bawah. Jadi, reggae tidak identik dengan musik yang kumuh," kata Bastian ketika berkunjung ke Kompas.com, di Jakarta, belum lama ini.

Dengan misi itu, fashion yang mereka kenakan lantas menjadi salah satu hal penting bagi Cozy Republic. "Kalau pakaian kami bersih, pasti penilaiannya juga asyik. Bisa masuk di kaum jetset, bukan lagi dinilai musik kumuh," kata Bastian lagi. "Jadi, siapa bilang sekarang reggae selalu kumuh," lanjutnya.
"Di video clip (lagu) 'Bidadari', kami didandani. Padahal, kami enggak biasa didandani, jadi bingung," kenang Penyot. "Karena bingung, kami enggak pakai model yang gimana-gimana, mengalir saja, kami 'mainin' kostum," lanjutnya. "Dan, reggae enggak harus gimbal. Yang penting, hatinya," timpal Bastian, meskipun Indha berambut gimbal.

Sumber : entertainment.kompas.com/

Bamburasta


Bamburasta berdiri tanggal 26 Februari 2008,asal mula bamburasta berasal dari bambu dan rasta.Filosopi pohon bambu yang apabila kita perhatiin pasti pohon bambu selalu terlihat bersama,dari yang kecil sampai yang besar,dari yang pendek sampai yang tinggi,itu selalu bersama dan tumbuhnya juga selalu mengumpul,tak berjauhan. Jadi kita mengambil kesimpulan bambu itu simbol “kebersamaan”kata bamburasta.
Oh iya……..personil bamburasta sendiri mencoba menata & mempelajari dari sifat sebuah pohon bambu tersebut, yang kita lihat selalu bersama,dari situlah kita tumbuh rasa kebersamaan yang ada,dan kita juga tumbuh dengan satu tujuan,visi dan misi yang sama.
Banyak pandapat tentang apa itu rasta??Tapi kata rasta menurut bamburasta sendiri “pencinta musik reggae tanpa memandang Ras yang berbeda, kita semua sama.” BAMBURASTA berarti “ Kebersamaan tanpa ada perbedaan”.
“Reggae engga mesti gimbal dan Ngebaks” ujar MAS TONY Q dalam pesannya.
pesan kami pada semua rastaman “ Sebarkan Virus Perdamaian ONE LOVE, ONE HEART, ONE SOUL jayalah slalu REGGAE INDONESIAKU ”

Bakscherrys : Rock - Reggae - Rasta


Berawal dari hubungan pertetanggaan anak muda yang harmonis di komplek perumahan selatan jakarta, Tanjung Barat yang hobi bakar-bakaran/barbequan (ayam, ikan, dan sebagainya) di bawah pohon chery sambil ditemani dengan gitar dan bernyanyi bersama. Sebuah lokasi favorit dimana terdapat sebuah warung rokok “KOSIM” di samping pohon tersebut  yang menjadi sarana pertemuan untuk sekedar bercerita santai sampai hal serius. Mereka mendapat inspirasi dari sana untuk membangun sebuah grup musik yang diberi nama bakscherrys dan diresmikan pada tanggal 9 Maret 2006.
            Berniat hanya untuk menyalurkan ide dan bakat-bakat bermusik dari masing-masing personil, bakscherrys mencoba membuat karya-karya nyata dengan mengeluarkan dua buah mini album / EP (Garage Demo-2007, Reggae-Reggaean-2008) dan debut album bertajuk “Rock-Reggae-Rasta”  (SKAB Records-2010) dengan single “bersama”. Genre Reggae dipilih oleh bakscherrys karena besarnya Dalam perjalanan bermusiknya di tataran komunitas reggae, bakscherrys mendapat dukungan penuh dari mereka yang terlibat sebagai musisi ataupun penikmat musik reggae. Antusias yang didapat dari dunia maya pun terhadap bakscherrys terbilang baik.
Genre Reggae yang diusung mereka lantaran kebanyakan dari mereka yang suka nongkrong di bawah pohon cherys tersebut suka dengan musik bernuansa two tone yang mudah untuk dinyanyikan bersama sambil menggerakan badan untuk berdansan reggae. Selain itu pengaruh dari para musisi idola dari tiap personel bakscherrys antara lain; Bob Marley, 311, Sublime, dan Tony Q Rastafara, serta SLANK yang juga menampilkan warna musik reggae di lagunya juga menjadi inspirasi bakscherrys dalam membuat lagu.
            Debut album “Rock-Reggae-Rasta” yang berisi depalan lagu (Baks Dong Anthem, Morning Rasta, The Wandys Policeman, Mellow di Hati, I Love You, Bersama, dan Asaku) termasuk satu lagu hiden track berjudul “baks dong” yang sempat fenomenal beberapa tahun ke belakang dan jadi rebutan band reggae untuk mengklaimnya. Kebanyakan lagu yang berada di album ini merupakan pengembangan dari lagu-lagu yang berada di dua EP sebelumnya. Musik reggae yang dihadirkan dikombinasikan dengan nuansa musik rock, tradisional dengan beberapa harmoni dan sentuhan musik bambu dan nada khas Padang. Bahkan di lagu “I Love U” diisi dengan sinden dan balutan vokal yang nge-pop. Dengan maraknya warna musik dan genre yang lahir dan berkembang saat ini, bakscherrys juga mencoba untuk melebur agar dapat diterima oleh pendengar musik Indonesia yang semakin dinamis.
“Rock-Reggae-Rasta” bercerita tentang percintaan, tindakan dan keadaan sosial, di mana semuanya merupakan hasil representasi bakscherry terhadap realitas kehidupan. Semua lirik dalam debut album ini bisa diunduh pada http://www.kaskus.us/5276757 . Dalam pengemasan album juga sengaja digunakan model bule alias impor yang sedang mengenakan sebuah kardus bergambar radio dengan menggunakan headset merah kuning hijau yang merupakan simbol warna musik reggae.  Kardus, itulah filosofinya. Sifat kardus yang lentur walaupun dalam keadaan yang lusuh masih bisa tetap dipakai dan menghasilkan manfaat bagi orang, begitupun bakscherrys yang menginginkan musiknya bisa bermanfaat terus walaupun keadaan musik bakscherrys  tidak layak didengar bagi sebagian orang. Bagi kami, musik adalah manfaat yang bisa diberikan oleh orang yang mau menggunakannya dan mengambil manfaatnya. 


PROFILE BAND
Personel
Ivant Vanixen – Vocal
Dzulfikri Putra Malawi – Drum
Dhani Jobe – Bass
Djempol Pay – Guitar
Satria Eby – Guitar
Wawan – Percussion
Gugun – Keyboard

DISCOGRAPHY
Album:
Garage Demo-2007 (EP Album)
Reggae-Reggaean-2008 (EP Album)
Rock-Reggae-Rasta-2010 (Album)

Baks dong jingle – 2006
Morning rasta jingle – 2006
Oi Brader!!! – 2008 (mustang fm)
Happy Slam Dance – 2009
I Wanna Make You Smile – 2009
Asaku – 2010 (Soundtrack Film Sepeda Eyangkung - Direct. AsmiranContact Person:
SKAB Records
Jl. Tanjung No.4 Blok G-2 No.23
Ranco Indah – Tanjung Barat
Jakarta Selatan 1253
Braii – 0857 16341 742
Naya 0838-7036-7230

Sumber : www.radiobnr.net

Bajigur Reggae Family


BajiGur, band yang berdomisili di Jakarta ini terlahir dari komunitas Musik Bersama (KMB) PROKLAMASI sebuah organisasi yang di bina oleh Yayasan Nurani Dunia. BajiGur terbentuk pertama kali tanggal 24 Januari 2008. Filosofi dari nama band BajiGur yang terinspirasi dari minuman hangat tradisional “Bajigur” yang menurut kami dapat mendamaikan hati setiap orang... Begitu juga BagjiGur yang kami harapkan agar bisa mendamaikan hati setiap penggemar dan penikmat musik tanah air.. Dari situlah nama BajiGur tercipta, memang nama yang begitu simple, dan bahkan mungkin kurang bermakna penting.
Tapi dari kesederhanaan nama itu lah kami berangkat dengan keyakinan mengusung genre “Reggeae” kami berusaha agar menjadi band yang bermakna dan berarti penting yang dapat meramaikan Belantika Musik INDONESIA.. Amin...
Bajigur di gawangi oleh personil yang semuanya masih berusia di bawah 17th, yang mungkin bisa di sebut anak – anak, dengan begitul ah cita – cita beserta setumpuk harapan, doa, dan rasa ingin berusaha agar menjadi lebih baik masih segar tertanam dalam jiwa yang kecil ini dan yang pasti Allah selalu menuntun umatnya yang ingin berusa merubah keadaan menjadi lebih baik..

The Babylonians


Berawal dari band yang bernama 'The Rebels of Babylon', sebuah band cover beraliran reggae yang biasa membawakan musik-musik Bob Marley & The Wailers, Big Mountain, Inner Circle, dan band-band reggae lainnya.

Pada awal 2007, band ini pecah.
Waktu vakum yang cukup lama menginspirasikan Che sang vokalis untuk membentuk formasi baru yang diberi nama "The Babylonians", yang terinspirasu dari nama sebuah kerajaan besar (Babylonia) yang sangat maju di zamannya yang terletak di daerah Irak kuno.

Jadi, nama the Babylonians berarti 'orang-orang Babylon'.
Nama ini merupakan simbol bagi anak-anak Babylonians untuk terus maju dalam berkarya dan memajukan musik khususnya reggae di Indonesia.

Pada tanggal 9 Maret 2007 the Babylonians terbentuk hanya dengan formasi Che pada vocal dan Hakim pada gitar.
Penampilan pertama mereka adalah di "Warung Apresiasi" Bulungan,
dengan additional Aksa "Pasukan Lima Jari" pada perkusi, dan Wondo "Shati" pada bass.

Tidak lama setelah penampilan di "WAPRES", Che merekrut sahabatnya, Utty, untuk mengisi posis backing vocal. Kemudian, saat sedang mengaudisi drummer mereka bertemu dengan personil-personil pecahan dari band reggae yang bernama "Sunset".

Pertemuan inilah yang mengawali karir the Babylonians dengan formasi full band dengan tambahan personil Boy pada bass, Qting pada Perkusi, dan Danang pada drum
Dengan formasi lengkap, the Babylonians sudah siap untuk tampil di panggung-panggung ibu kota.

The Babylonians sepakat untuk tetap menjadikan roots reggae sebagai kiblat dalam bermusik, ditambah dengan unsur-unsur modern yang oleh anak-anak Babylonians disebut sebagai "urban roots reggae". Walaupun begitu tetap saja kembali kepada penilaian pendengar musik the Babylonians tentang musik yang mereka mainkan.
Yang jelas the Babylonians menawarkan alternatif musik reggae yang mempunyai warna tersendiri.

Sumber : Facebook  The Babylonians

Asap Uye


Berawal dari sebuah hobi bermain musik, 8 orang pemuda memutuskan untuk membentuk sebuah band sebagai penyaluran hobi mereka.Agung (Vokal ), Niesa ( vocal ) Beka (Drum), Yudha (Bass), Haryz(Gitar), Ucok ( Keyboard ) Isnan ( Gitar ) dan Uchil ( Percussi ) mereka membentuk sebuah band yang mereka namakan "ASAPUYE",
.
Perjalanan mereka pun banyak mengalami banyak perubahan di dalam tubuh Asap Uye, mulai dari awal sampai saat ini sering mengalami perubahan personil, dari pertama Asap Uye berdiri yaitu “ Agung ( Vocal ), Ucok ( Keyboard ), Tosa ( Gitar ), Ayang ( Gitar ), Sugeng( Bass ) dan Cahyo ( Percussi ), tidak lama kemudianAyang dan Hendrik keluar dengan alasan mau fokus dalam pelajaran sekolahnya, seiring waktu berjalan lalu masuklah dua personel lagi yang bernama Mahdum dan Yuli untuk menggantikan Hendrik dan Ayang, latihan dan latihan merekal akukan untuk menambah skill mereka.Lagi-lagi Asap Uye mengalami perubahan personelnya, Mahdum dan Sugeng keluar dari tubuh Asap Uye lalu masuklah Nopen, Pipit, danVieta, kakak beradik ini pun menggantikan posisi Mahdum dan Sugeng.
Nopen, Pipit, Cahyodan Vieta tidak lama kemudian keluar juga dan di gantikan Kejar, Isnan, Aboen dan Niesa, dan pada bulan Februari 2011 Asap Uye pecah dengan keluarnya Tosa (Gitar) dan Kejar ( Bass ) dan yang terakhir masuk adalah Yudha, Beka, dan Haryz untuk menambah kekuatan band ini.
Kiniformasi band ini menjadi, Agung (Vocal), Niesa ( Vocal ), haryz (Lead Guitar), Isnan (Rhytm G! uitar), Ucok ( Keyboard ), Yudha (Bass), Beka (Drum) dan Ucil ( Percussi )Dengan formasi baru ini mereka berharap untuk selalu totalitas dan bersatu demi group band yang mereka beri nama “Asap Uye”
.

ASAP UYE sendiri mengambil dari bahasa sehari-hari yang slalu identik dengan sapaan khas dalam komunitas reggae yaitu “Asap” yang slalu terlihat dari pembakaran dan “Uye” adalah sapaan khas dalam dunia musik reggae, dengan filosofi kami (Asap Uye), berharap bisa terbang ke mana-mana seperti asap atau awan dan membawasapaan lewat musik dan lagu yang cinta damai, kami harus menyalurkan hobi kami (bermusik) untuk tetap dingin.

Dengan aliran reggae mereka mulai menghentakkan music mereka agar diterima oleh khalayak umum.Panggung kepanggung mulai mereka jajahi agar music mereka di dengar oleh banyak orang.

Top