Info Reggae Indonesia: Steven Jam

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Steven Jam: Sekarang Reggae Gak Identik Mariyuana

JAKARTA - Acara Indonesia Reggae Festival 2011 yang dilaksanakan Sabtu (21/5) kemarin di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat akan jadi tonggak sejarah dalam perkembangan musik reggae Indonesia.

Steven yang menjadi salah satu penggagas acara tersebut pun mengibaratkan Indonesia Reggae Festival 2011 sebagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

“Ini kayak dream come true, karena dari tahun 2006 kita udah mikirin itu dan gue minta support aja dari kawan-kawan semua,” ujar Steven usai pertunjukkannya.

Menurutnya, genre musik reggae sendiri terbilang sebuah musik baru di Indonesia, namun dia mengakui jika perkembangan musik reggae di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat.

“Perkembangan reggae di Indonesia itu jauh banget dari dulu yang bandnya bisa dihitung pake jari. Kalo sekarang ada banyak banget, bahkan ada banyak band reggae yang gue denger santer namanya tapi enggak tahu orangnya,” papar pelantun Welcome to My Paradise ini.

Dia juga bersyukur karena sekarang sudah mendapat banyak dukungan dari masyarakat untuk mendukung acara Indonesia Reggae Festival 2011.

“Reggae itu kan identik dengan mariyuana, dan pemerintah sulit sekali memberikan ijin untuk membuat acara ini, mungkin sekarang opininya sudah beda,” jelasnya.

Steven berharap jika acara tersebut nantinya bisa menjadi suatu ajang tahunan, dan semakin mempererat tali silaturahmi diantara komunitas reggae yang ada di Indonesia.




Sumber : okezone.com

Album Perdana Steven Jam Vibration


STEVEN JAM, grup musik "side project" dari Steven Nugraha Kaligis, meluncurkan album perdana bertajuk "Feel The Vibration". Steven lebih dulu dikenal sebagai vokalis band aliran reggae "Steven & The Coconut Treez".

Steven mengatakan bahwa musik reggae itu tak semonoton seperti yang terdengar selama ini . "Reggae bisa dikombinasikan dengan jenis musik lain seperti pop, dan rock," katanya. Proyek solo Steven Jam mencoba menampilkan idealisme Steven dalam bermusik.
Album produksi perusahaan rekaman 267 Musikindo itu menampilkan 11 lagu baru karya vokalis berambut gimbal itu. Proses pengerjaannya memakan waktu 6 bulan, Lagu-lagunya berkisah tentang tema seputar keseharian, sosial, dan cinta.

Dalam album itu yang menjadi single pertamanya adalah lagu berjudul "Sangat Menyenangkan" yang berkisah mengenai semangat untuk memperoleh sesuatu yang telah hilang.

Ketika disinggung mengenai eksistensi Steven & The Coconut Treez, pria yang akrab di sapa Pepeng ini menuturkan bahwa bandnya tetap eksis dan steven Jam adalah proyek solonya. '"Ada kesepakatan di Steven & Coconut Treez yaitu setelah album ketiga masing-masing personel boleh membuat proyek musik," katanya.

Mengenai perbedaan musik Steven Jam dan Coconut Treez ia mengungkapkan bahwa warna reggae yang tampil di Steven Jam lebih rough dan banyak memainkan distorsi serta brass yang lebih menonjol.

Album solo steven "Feel the Vibration" juga dibantu oleh beberapa musisi reggae lain diantaranya adalah , Iyus Rastafara, lyek , Getto, Aco, Teguh Coconutreez, Indha, Boy, Denny Monkey boots,.Egi Tipe X, Anto tipe X, Ewin Kunci, Ondit, Aksa Pasukan 5 Jari, Nyonyo Marjinal,. Edwin Monkey Boots, Dony Boys n Roots, Erick May, Rama BB dimana Proses tracking dan mixing dilaksanakan di 267 studio.

Selain Steven, personel band Steven & The Coconut Treez yang sedang sibuk menggarap proyek musik adalah Teguh, sang gitaris yang membentuk band Steven Jam . Aray sang gitaris mendirikan band akustik reggae bernama Ray d Sky sejak tahun 2009 dan Rival sang pembetot bass membentuk band reggae bernama Pallo. Anggotanya adalah teman-teman sedaerah Rival yang berasal dari Palu.

Top